Rabu, 17 Oktober 2012

ILMU BANGUNAN


PENGERTIAN BANGUNAN

Bangunan biasanya dikonotasikan dengan rumah, gedung ataupun segala sarana, prasarana atau infrastruktur dalam kebudayaan atau kehidupan manusia dalam membangun peradabannya seperti halnya jembatan dan konstruksinya serta rancangannya, jalan, sarana telekomunikasi. Umumnya sebuah peradaban suatu bangsa dapat dilihat dari teknik teknik bangunan maupun sarana dan prasarana yang dibuat ataupun ditinggalkan oleh manusia dalam perjalanan sejarahnya.

Karena bangunan berkaitan dengan kemajuan peradaban manusia, maka dalam perjalanannya, manusia memerlukan ilmu atau teknik yang berkaitan dengan bangunan atau yang menunjang dalam membuat suatu bangunan. Perkembangan Ilmu pengetahuan tidak terlepas dari hal tersebut seperti halnya arsitektur, teknik sipil yang berkaitan dengan bangunan. Bahkan penggunaan trigonometri dalam matematika juga berkaitan dengan bangunan yang diduga digunakan pada masa Mesir kuno dalam membangun Piramida. Bahkan pada masa sekarang, bangunan bangunan berupa gedung tinggi dianggap merupakan ciri kemajuan peradaban manusia.
Pada awalnya manusia hanya memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai sarana dan prasarana ataupun infrastruktur dalam kehidupannya. Seperti halnya memanfaatkan gua sebagai tempat tinggal. Kemudian memanfaatkan apa yang ada di alam sebagai bahan-bahan untuk membuat infrastruktur seperti halnya batu, tanah dan kayu. Kemudian setelah ditemukan bahan bahan tambang yang dapat digunakan untuk membuat alat atau benda yang menunjang sebuah bangunan seperti halnya barang logam dan mengolah bahan bahan alam seperti mengolah batuan kapur, pasir dan tanah. Dalam perkembangannya, manusia membuat bahan bahan bangunan dari hasil industri atau buatan manusia yang bahan-bahannya bakunya diambil dari alam 
 
 
MENGENAL BAGIAN-BAGIAN KONSTRUKSI RUMAH DALAM BERBAGAI ALTERNATIF SYSTEM KONSTUKSI
 1. System konstruksi dinding menahan beban dengan penguat balok dan kolom beton praktis, pondasi lajir batu kali, kerangka atap konstruksi kayu.
2. System konstruksi dinding menahan beban dengan penguat balok dan kolom beton praktis, pondasi lajur beton bertulang, kerangka baja ringan.




3. System Rangka kaku/ Rigid frame. Pada system ini, struktur ditopang oleh kolom dan balok yang membentuk sytem struktur. Lantai, dinding dan atap ditopang oleh kolom dan balok. System ini paling sesuai untuk bengunan dengan jumlah lantai 2 atau lebih. Berbeda dengan kolom/balok beton praktis pada system dinding penahan, dimana balok dan beton hanya berfungsi  sebagaipengikat dan pembagi rata beban. System ini biasa digunakan pada bangunan, sekola/ ruko/ gedung bertingkat dan ada juga rumah tinggal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar